Showing posts with label tentang kmkm. Show all posts
Showing posts with label tentang kmkm. Show all posts

Friday, July 7, 2006

Pendiri dan para Ketua KMKM dari masa kemasa



Para Ketua KMKM
01 H. Hanafiah Kurdi 1958-1961
02 H. Abdul Mannan Abdullah 1961-1963
03 H. M. Rusydi Taufiq 1963-1966
04 H. Muhammad Husni Thamrin 1967-1968
05 H. Amberani Hamidy 1975-1976
06 H. Drs. H. Artani Hasbi 1977-1978
07 H. Abdurrahim Yasin 1978-1980
08 H. Jailani Abin 1980-1981
09 H. Malik Baderun 1981-1982
10 H. Fadhli 1982-1983
11 H. Muslihuddin Abdul Rasyid 1983-1987
12 H. Muhammad Badaruddin 1987-1988
13 H. Saifullah Abd. Shamad 1990-1991
14 H. M. Mabrur 1991-1992
15 H. M. Ghazali Mukeri 1992-1993
16 H. Mukhlis Kasyful Anwar 1993-1994
17 H. A. Dasuqi Murhan 1994-1995
18 H. Aspani Kasyful Anwar 1995-1996
19 H. Sarmadi Mawardi 1996-1997
20 H. Khairi Abusyairi 1997-1999
21 H. M. Hasbi Ridhani 1999-2000
22 H. M. Khairuddin Abdurrahman 2000-2001
23 H. M. Hatta Jauhar 2001-2002
24 H. M. Nasruddin Atha 2002-2003
25 H. M. Sibawaihi Sutera Ali 2003-2004 
26. H. M. Hikam 2004-2005
27. H. Syarif Amir Mahmud 2005-2006
28. H. Rifqi Junaidi 2006-2007
29. H. Nuril Khasyiin 2007-2008
30. H. Anwar Hafidzi 2008-2009
31. H.Versky Rahendra 2009-2010

MENGENAL KELUARGA MAHASISWA KALIMANTAN DI MESIR (KMKM)

Latar Belakang Mahasiswa Kalimantan di Mesir
Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tercatat seorang pemuda muslim asal Kalimantan, bernama KH. Abd. Rasyid, telah sampai di negeri Kinana. Pada tahun 1918, setelah beberapa tahun menimba ilmu di bawah naungan al Azhar, beliau pulang ke tanah air guna menyebarkan ilmu yang beliau dapatkan di sana, dengan mendirikan perguruan Islam dengan system Salafi (Klasik) di Amuntai Kalimantan Selatan yang bernama Arabiche School pada tahun 1922, yang kemudian berubah namanya menjadi "Perguruan Normal Islam Rasyidiyah Khalidiyah".
Selain KH. Abd. Rasyid, tercatat pula seorang tokoh yang bernama KH. M. Basyuni Imran, sekembali dari menyelesaikan belajar di Mesir dan Makkah, beliau mendirikan pula Perguruan Islam
"As Sulthaniyah" di Sambas, Kalimantan Barat.
Setelah periode dua ulama di atas, berdatanganlah putra-putra Kalimantan lainnya ke Bumi Anbiya ini, seperti: Bapak H. Abdullah Bukhari, H. Abdurrahman Ismail, H. Mastur Jahri, H. M. As'ad, H. Abdullah Ali, H. Abdul Murad dan lainnya. Mereka semua menjadi ulama dan memegang peranan penting setelah berada di Indonesia.

Sejarah Singkat KMKM
Dalam sejarah KMKM, disebutkan bahwa antara tahun 1955-1958 jumlah putra Kalimantan yang belajar di Kairo hanya 16 orang. Di antaranya, H. Hanafiah Kurdi, Lc, Prof. Drs. Aswadi Syukur, Lc, H. Mukeri Gawith, MA, H. Tabrani Ali, KH. Hamdan Khalid, Lc, H. Taib Seman dan lain-lain.
Melihat berbagai kesulitan yang dihadapi di negeri asing yang jauh dari sanak keluarga, mengilhami putra putri Kalimantan pendahulu kita untuk bergandeng tangan, mengiramakan langkah demi cita-cita bersama. Rasa senasib di negeri orang, ditambah dengan pepatah orang tua dahulu: "Bararakatan, Batutulungan, Bapapadahan, di Banua Urang" artinya "Saling Menjalin kebersamaan, tolong menolong dan nasehat-menasehati "(selanjutnya menjadi motto KMKM), maka pada tanggal 14 Februari 1958 atas anjuran dari H. Abdullah Bukhari (pejabat KBRI saat itu), terbentuklah sebuah perkumpulan yang kemudian mereka berinama "Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM).

Keluarga mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM) merupakan wadah warga seluruh Kalimantan yang menuntut ilmu di negri seribu menara dan merupakan organisasi kekeluargaan pertama dan tertua masyarakat Indonesia di Mesir. Untuk pertama kali setelah berdirinya, diketuai oleh H. Hanafiah Kurdi sampai pada tahun 1961 yang kemudian digantikan oleh bapak H. Abd. Mannan A. Bukhari.Periode demi periode terus berjalan membuntuti perjalanan waktu, bahtera KMKM terus berlayar mengantarkan pelita-pelita dambaan masyarakat ke pulau tujuan. Ia melaju tenang seakan laut nyaris tak ada riak. Tak terasa dalam usianya yang ke 48 ini, sudah 33 orang ketua yang pernah memegang tampuk pimpinan.

Tujuan
Sejak dibentuknya, KMKM menjunjung tinggi dan menerapkan Papadah Urang Tuha Bahari sebagai mottonya, yaitu: "Bararakatan, Batutulungan, Bapapadahan di Banua Urang". Motto ini dijabarkan dalam tujuan KMKM, sebagaimana disebutkan dalam AD KMKM bab II Pasal 6 bahwa dibentuknya KMKM adalah bertujuan:

1.Terjalinnya ukhuwah islamiyah dan rasa kekeluargaan diantara anggota- anggotanya;
2.Terbinanya semangat saling bantu-membantu dalam kebaikan;
3.Terbinanya insan akademis yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara;
4.Terciptanya kesejahteraan bagi setiap anggota.

Anggota KMKM
Jumlah mahasiswa Kalimantan di Mesir, relatif sedikit jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya, dari tahun 1955 sampai 2006, tercatat hanya 443 orang saja yang terdaftar di KMKM. Dan sekarang hanya sekitar 170 orang yang masih bisa mengecap bangku “pesantren Islam tertua” di dunia tersebut. Maka sangat wajar sekali sudah pulang ke tanah air, dituntut menjadi orang serba bisa (dalam masalah keagamaan khususnya).
Tanggung jawab dan beban moral yang relegius ini, tentu tak bisa diantisipasi hanya lewat bangku kuliah saja. Namun, kita dituntut berbuat lebih banyak justru di luar lingkaran kampus, KMKM adalah salah satu alternatif ke arah itu. Di wadah ini kita saling mengisi, berlatih bersama, bertukar pengalaman, dan pengetahuan, dalam spesialisasi masing-masing. Di sini pula kita dilatih bagaimana memimpin masyarakat, menggerakkan sebuah perkumpulan, bagaiman mengondisikan diri dan ide-ide kita dalam bahasa masyarakat. Oleh kareana itu, semua program kerja KMKM, baik itu kegiatan ilmiah, ritual maupun sosial lainnya, pada dasarnya berorientasi ke arah peningkatan prestasi ilmiah dan skill bagi setiap anggota. Sehingga nantinya tercipta manusia yang ber-IMTAK tinggi, sebagai pengamalan ilmu yang telah didapat, untuk selanjutnya disumbangkan kepada agama, masyarakat, bangsa, dan Negara Republik Indonesia.

Motto KMKM : Familiar with each other, advise each other, helping each other in the overseas

Daptar isi

Alamat KMKM

My photo
Sekretariat: 02/01 St. Mahmud Banan, Qasar Baron:1 Blok:20, 9th District Nasr City Cairo Telp: 202 0108242360, Egypt

Mutiara Hikmah

"Umar bin Abdil Aziz mengatakan: Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan."

SMS GRATIS


Make Widget

 
Label:
Recent Posts

Copyright © 2010 Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Edited Template by Asyd KiNaNa .